Minna-san....!
Beberapa
bulan yang lalu, temenku ngasih pinjem buku yang bagus banget. Penuh
inspirasi dan memberi semangat hidup buat aku yang lagi galau. Buku
ini cocok buat anak remaja yang lagi krisis jati diri. Dan inti yang aku dapaetin adalah :
Jangan
berpikir untuk menjadi orang yang biasa-biasa
saja. Kita harus menjadi
yang
luar biasa dan jangan pernah memutuskan untuk menjadi orang
kebanyakan.
Hal
yang terpikir dari kata-kata diatas adalah bahwa kita harus membuat
gebrakan baru di dunia yang serba ada ini. Membuat sesuatu yang
berguna bagi masyarakat dengan ide-ide brilian dan mengagumkan.
Jadilah yang pertama atau jadilah yang terbaik dari yang pertama.
Aku
jadi inget tokoh-tokoh hebat di abad ini. Bill Gates dengan
Microsoft,
Steve Jobs dengan APPLE, Mark Zukenberg dengan Facebook, dan beberapa
orang lain di bidang yang lain pula.
Rancang masa depanmu karena disitulah
kamu akan menghabiskan dirimu.
Kebanyakan
remaja bingung dengan arti cita-cita. Tidak tahu apa yang harus
dilakukan kalau sudah besar. Karena itu rancanglah mimpimu pada
selembar kertas putih yang belum ternoda. Goreskan tinta-tinta mimpi
di atasnya. Misalnya, I’ll
be a doctor at 20 years old. Atau
I’ll be a
novelis.
Lakukan apapun yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya. Karena
cita-cita adalah apa yang kita dapatkan kelak, dan impian adalah apa
yang kita bayangkan kelak.
Tutup semua celah untuk mengeluh karena
keluhan hanya memperjelas
kelemahan
kita. Percayalah ada kekuatan dari dalam yang menentukan seseorang
menjadi pemenang atau pecundang. Para pemenang adalah mereka yang
benar-benar mendengarkan suara hati mereka.
Banyak
keluhan yang membuat orang menjadi putus asa. Karena itu jangan
pernah biarkan sedikit waktu kita terbuang untuk mengeluh. Sekali
kita mengeluh, berkali-kali kita membuang kesempatan untuk berusaha.
Hal ini berhubungan dengan berpikir positif. Lain kali aku akan
cerita tentang “SPIRIT of POSITIVE THINKING”
Uang memang tidak menjamin kebahagiaan
tapi dengan uang kebahagiaan bisa
direncanakan.
Istilah
“TIME IS MONEY” mungkin cocok dengan kalimat di atas. Tapi bukan
berarti waktu kita digunakan untuk bekerja, bekerja dan bekerja.
Menurutku kalimat itu mengandung arti bahwa kita harus berusaha,
bekerja keras, dan berdoa agar diberi rezeki yang cukup. Jangan lupa
beristirahat, karena kesehatan juga merupakan uang yang tidak
tersentuh tapi terasa.
Kekayaan yang sejati adalah apa adanya
aku, bukan apa yang aku miliki.
Be
your self.
Itu yang pertama terpikir. Jadilah dirimu yang baik. Yang selalu
berpikir positive, optimis, dan bersemangat. Jadilah dirimu yang
berguna bagi masyarakat. Jadilah dirimu yang bisa membuat perubahan
baik di dunia. Jadilah dirimu yang mampu menghilangkan segala sifat
buruk. Dan jadilah dirimu yang bersungguh-sungguh dalam melakukan
sesuatu.
Mulai dengan yang akhir dalam pikiran.
Mulai hari dengan citra, gambaran,
atau paradigma dari akhir kehidupan kita.
Jadikan semua itu sebagai
kerangka awan atau kriteria yang menjadi
dasar dalam menjalankan
kehidupan demi tercapainya tujuan akhir.
Apa
yang terjadi jika seorang programer tidak menggunakan Flow Chart
dalam membuat aplikasi. Aku pernah mengalaminya. Sulit dan terasa
membingunkan. Sama dengan kehidupan. Jika kita tidak membuat sketsa
atau kerangka awal di kehidupan, akan sangat sulit menjalaninya. Maka
itu, untuk yang terakhir, rangkailah hal apa yang akan dilakukan hari
ini, dan lakukan dengan sungguh-sungguh.
Sebagai
seorang programer seperti aku, hal diatas sangat sulit dilakukan. Aku
membutuhkan waktu lebih dari satu minggu untuk membuat satu aplikasi.
Aku harus rela kehilangan waktu dengan teman-teman, dan keluarga.
Tidak jarang aku melupakan kodratku sebagai makhluk sosial.
Bagi
para programer pemula seperti aku, rancanglah kehidupanmu agar tidak
kehilangan semua yang sudah didapatkan. Lakukan dengan
sungguh-sungguh dan capailah cita-citamu, jangan hanya
membayangkannya.
See
You... Ja ne!
Good
luck with your life. Minna-san! GANBATE!